PERUSAHAAN BISNIS
D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
RATI YUNIAR
061230601215
BAB I
PENDAHULUAN
I.I
LATAR BELAKANG
Bisnis restoran di
Indonesia mulai banyak dikembangkan dengan sistem usaha waralaba. Sistem
ini dianggap menguntungkan karena merupakan sistem perdagangan yang kebal
resesi ekonomi. Manajemen dan tingkat profitabilitas perusahaan dapat stabil,
sehingga bisa memberikan keuntungan timbal balik antara perusahaan induk dan
perusahaan yang melakukan kerja sama dengan sistem waralaba. Selain itu, semakin
banyak perusahaan yang melakukan waralaba dengan membuka cabang-cabang baru di daerah, maka usaha yang
dijalankan akan semakin cepat dikenal karena masyarakat akan dengan mudah
memperoleh produk yang diinginkan. Hal ini disebabkan oleh sistem yang
mengharuskan setiap cabang mempunyai standar yang sama dengan perusahaan induk.
Semua yang ada di perusahaan induk ada di setiap perusahaan cabang, walaupun perusahaan
tersebut tergolong masih baru. Standar yang diberikan oleh perusahaan induk
tidak saja menyangkut masalah makanan, tetapi juga menyangkut sistem pelayanan,
promosi, desain interior, persyaratan lokasi, manajemen, budaya perusahaan dan
lain sebagainya. Sistem waralaba pada dasarnya adalah salah satu metode perluasan pasar yang
dilakukan oleh perusahaan yang telah mantap atau mapan dan punya nama.
Salah satu restoran waralaba yang berada di Palembang adalah Rumah Makan
Pecel Lele Lela. Menu makanan pecel lele sudah tidak asing lagi kita dengar.
Hampir sepanjang jalan dapat kita temukan warung kaki lima yang menjual pecel
lele. Akan tetapi kita hanya dapat menemukan warung makan yang menjual pecel
lele di sore hari hingga larut malam. Disinilah hal yang membedakan Rumah Makan
Pecel Lele Lela.
Waralaba ini membidik
pangsa pasar bagi penggemar makanan pecel lele di siang hari dengan memulai jam
buka operasional di siang hari. Mereka juga menawarkan berbagai macam menu
pecel lele yang beraneka ragam dengan harga cukup terjangkau.
I.II TUJUAN PENULISAN
Tujuan dari observasi ini adalah untuk
mendapatkan informasi tentang restoran waralaba Rumah Makan Pecel Lele Lela,
mulai dari sejarah, struktur organisasi, jenis kerjasama, hingga status pegawai
tersebut.
BAB II
TEORI-TEORI ADMINISTRASI
sSD
Secara etimoligi istilah administrasi
berasal dari bahasa Belanda administrative
yang berarti tata usaha mencakup (stelselmatige
verkrijging en verwerking van gegeven), manajemen kegiatan organisasi (bestuur) dan manajemen sumber daya
seperti keuangan, personalia, dan keuangan (beheer).
Kemudian kata administrasi berasal juga dari bahasa inggris adminisrtration yang diartikan sebagai
mengelola (to manage) atau
menggerakkan (to direct).
Dan administrasi terbagi menjadi dua
bagian yaitu:
1. Administrasi dalam Arti Sempit
Administrasi dalam arti sempit merupakan penyusunan dan pencatatan data
dan informasi secara sistematis dengan maksud untuk menyediakan keterangan
serta mempermudah mendapatkan kembali secara keseluruhan dan dalam hubungannya
satu sama lain. Data dan informasi berkaitan dengan kegiatan organisasi, baik
untuk kepentingan intern dan ektern. Administrasi dalam arti sempit lebih tepat
disebut tata usaha (clerical work, office
work). Beberapa ahli mengemukakan definisi administrasi dalam arti sempit
atau tata usaha sebagai berikut:
-
Atmosudirjo (1980) menyatakan tata usaha
prinsipnya adalah pekerjaan pengendalian informasi (handling of information).
-
J. Wajong (1962) menyatakan administrasi meliputi pekerjaan tata usaha yang
bersifat mencacat semua yang terjadi dalam organisasi untuk menjadi bahan
keterangan dan pertimbangan bagi pimpinan.
-
Reskohadprawiro (1984) menyatakan
administrasi mrupakan tata usaha yang mencakup setiap pengaturan yang rapi dan
sistematis serta penentuan fakta-fakta secara tertulis dengan tujuan memperoleh
fakta dengan fakta lainnya.
2. Administrasi dalam Arti Luas
Sebenarnya arti administrasi sangat luas seperti yang dikemukakan oleh
para pelopor teori administrasi seperti Henry Fayol. Sesungguhnya istilah
administrasi berhubungan dengan kegiatan kerjasama yang dilakukan manusia
sekelompok orang sehingga tercapai tujuan yang diharapkan.
Menurut The Liang Gie (1980) admininstrasi merupakan rangkaian kegiatan
yang dilakulan oleh sekelompok orang dalam suatu ikatan kerjasama untuk
mencapai tujuan tertentu. Ilmu yang mempelajari tentang aktivitas kerjasama
yang bersifat kooperatif fan terorganisasi secara baik untuk mencapai tujuan
adalah Ilmu Administrasi.
Ada beberapa definisi yang menjelaskan tentang administrasi dalam arti
luas, yaitu :
-
The Liang Gie (1980) menyatakan
administrasi merupakan keseluruhan rangkaian kegiatan penataan terhadap
pekerjaan pokok yang dilaksanakan oleh sekelompok orang dalam kerjasam mencapai
tujuan tertentu.
-
Siagian (1980) menyatakan administrasi
merupakan keseluruhan proses pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh dua orang
atau lebih yang terlibat dalam suatu bentuk usaha kerjasam demi terciptanya
tujuan yang ditentukan sebelumnya.
-
Ensiklopedi Indonesia (1980) menyatakan
adminstrasi meliputi semua proses pelaksanaan tindakan kerjasama sekelompok
manusia untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.
-
Robbins (1983) menyatakan administrasi
merupakan keseluruhan proses dari aktivitas pencapaian tujuan secara efisien
dengan dan melalui orang lain.
-
Waldo (1971) menyatakan administrasi
merupakan daya upaya manusia yang kooperatif yang mempunyai tingkat
rasionalitas tinggi.
BAB III
PEMBAHASAN
III.I Sejarah
Pecel Lele Lela
didirikan pertama kali oleh Bapak Rangga Umara pada tahun 2006 di Kalimalang Jakarta. Merek Pecel
Lele Lela merupakan singkatan dari Pecel
Lele Lebih Laku. Rangga Umara memilih Pecel Lele karena pasarnya yang sudah
sangat luas dan sudah dikenal diseluruh Indonesia. Usaha pecel lele selalu
eksis dimana-mana dan tidak pernah mengenal krisis, hal ini disebabkan oleh
bahan baku lele yang mudah di dapat dan margin penjualannya yang sangat tinggi.
Rangga Umara adalah
seorang pengusaha muda yang memang sangat gemar dengan makanan pecel lele,
beliau melihat fenomena dari trend warung pecel lele dengan menu yang sudah
sangat banyak dan umum maka beliau mencari ide untuk dapat mengembangkan usaha
pecel lele dengan konsep modern dan meracik menu pecel lele dengan variasi
produk yang inovatif dan unik.
Pada tahun 2008, Rangga
Umara mengembangkan usaha pecel lelenya dengan sistem franchise yang dinilai
lebih efektif dan dapat menjaga keaslian citarasa khas dari menu-menu yang
disajikan oleh Pecel Lele Lela. Pecel Lele Lela yang pertama dan satu-satunya
memberikan nilai tambah pada usaha pecel lele, sehingga Pecel Lele Lela sangat
Optimis dan yakin Pecel Lele Lela akan menjadi Pionir serta Pemimpin pasar
usaha pecel lele modern di Indonesia dan Mancanegara. Sesuai dengan mottonya,
“Bersama Kami PECEL LELE AKAN MENDUNIA”.
Keunggulan dari
restoran Pecel Lele Lela, yaitu menyediakan berbagai macam hidangan olahan ikan
lele dan juga ayam yang tentunya dengan kualitas rasa dan juga berbagai jenis
makanan pelengkap “camilan” dan minuman. Jasa yang ditawarkan restoran Pecel
Lele Lela adalah delivery order dan juga dapat di pesan untuk acara-acara
tertentu. Selain itu, dekorasi ruangan yang bernuansa
“hijau putih kuning” dan dilengkapi
dengan televisi serta kipas angin yang akan membuat konsumen merasa nyaman
berada di restoran Pecel Lele Lela.
III.II Mengenai Lele Lela
Rumah makan Pecel Lele Lela merupakan pelopor masakan lele modern
yang ada di Indonesia. Rumah makan ini menyajikan berbagai menu masakan
yang unik dengan menu utamanya adalah Lele. Merek Pecel Lele Lela merupakan
singkatan dari Pecel Lele Lebih Laku. Awal berdirinya rumah makan ini adalah
untuk membidik pangsa pasar di kalangan mahasiswa yang ada di kota
Depok. Ruangan Pecel Lele Lela ini beratmosfir layaknya sebuah restoran
siap saji, dengan dominasi warna hijau dan kuning. Ini juga yang membedakan
dengan sajian lele kaki lima. Apalagi dengan sambutan para pramusaji yang
selalu menyapa ramah siapa saja yang datang. Jangan heran jika di sini sapaan
pramusaji selalu selamat pagi dan tidak pernah ada selamat siang, sore atau pun
malam, karena pagi melambangkan keadaan yang selalu segar.
Dalam pemilihan bahan baku untuk menu utama makanan, Pecel Lele Lela cukup
selektif dalam segi kualitas. Mereka memiliki standar sendiri terhadap ukuran
lele yang akan dijual. Hal ini jelas membedakan mereka dengan para penjual
pecel lele di pinggir jalan. Biasanya Pecel Lele Lela sudah mempunyai pemasok
tersendiri untuk memenuhi bahan baku utama masakannya. Selain itu mereka juga
bermitra dengan para peternak lele sehingga membantu para peternak lele dalam
memasarkan hasil budidayanya.
Di Pecel Lele Lela ini,
lele disajikan bukan sekadar menu biasa tapi sebuah pengolahan daging lele yang
memungkinkan bumbu meresap sempurna. Sebelum diolah, lele mentah dimasukkan ke
dalam bumbu ungkep dasar rahasia. Dengan cara itu, tekstur daging pun terasa
lebih lembut dan rasa amis tidak terasa lagi. Kecuali dagingnya lembut, tulang
kepalanya terasa renyah. Harga menu berkisar antara Rp 6.000,- hingga Rp
12.000.
Bagi yang tidak menyukai menu lele, Pecel Lele Lela juga
menyediakan menu selain ikan lele sebagai variasi dari sajian menu diantaranya
adalah ayam bakar madu, tumis toge, dan cah kangkung. Semua menu tersebut sangat
terjangkau harganya, terutama bagi kalangan anak kos.
Pelayanan Rumah Makan Pecel Lele Lela cukup memuaskan. Pesanan
makanan diantar tidak terlalu lama. Tempatnya juga selalu bersih membuat para
konsumen merasa nyaman. Setiap konsumen datang dan pergi selalu disambut dengan
sapaan yang serempak dari para pelayan. Namun bukan berarti tidak ada
kekurangan. Menurut kami kekurangannya tempatnya kurang luas sehingga
berpengaruh terhadap daya tampung konsumen terutama pada saat hari sabtu dan
minggu dimana para konsumen yang datang sangat banyak. Masakan yang enak, harga
terjangkau, serta pelayanan yang ramah dan memuaskan membuat para konsumen
tertarik untuk kembali lagi.
III.11 Struktur Organisasi
Struktur organisasi merupakan suatu
susunan dan hubungan antar tiap bagian serta
posisi yang ada pada satu perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional guna
mencapai tujuan perusahaan. Struktur organisasi merupakan spesifikasi pekerjaan
yang harus dilakukan di dalam suatu organisasi, sehingga tanpa adanya suatu
struktur organisasi yang baik, perusahaan tersebut tidak akan berjalan dengan
lancar.
Berikut
di bawah ini adalah sturktur organisasi dalam Perusahaan Lele Lela:
Tim manajemen restoran Pecel
Lele Lela di Bogor berjumlah 9 orang, yaitu dua orang pemilik perusahaan,
satu orang manajer, enam orang karyawan yaitu pada dua
orang waiters, satu orang kasir, dua orang kasir, satu orang staf
pengantar. Masing-masing staf mempunyai spesifikasi pekerjaan sesuai tugas
dan tanggung jawabnya. Spesifikasi pekerjaan ini dilakukan untuk
memudahkan dalam melakukan pekerjaan, efektivitas dan juga optimalisasi
dalam melakukan pekerjaan.
III.II Unsur-Unsur
Unsur-unsur
yang terkandung dalam perusahaan Lele Lela tersbut adalah :
1. Organisasi
2. Manajemen
3. Komunikasi
4. Kepegawaian
5. Keuangan
6. Perbekalan
7. Tata
Usaha
8. Perwakilahn
atau Hubungan Masyarakat
III.IV Jenis Kerjasama
Jenis kerjasama
berdasarkan aspek yang melatarbelakangi tebentuknya atau dilakukannya kerjasama
dapat dibadakan menjadi, yaitu:
1. Menurut
Pelaku, dibedakan menjadi:
a. Kerjasama
Individual
b. Kersama
Organisasional
2. Menurut
bentuknya, dibedakan menjadi:
a. Kerjasama
Formal (formal cooperation)
b. Kerjasama
Informal (informal cooperation
3. Menurut
daya ikatan, dibedakan menjadi:
a. Kerjasama
Sukarela (voluntary cooperation)
b. Kerjasama
Terpaksa (antaginistic cooperation)
4. Menurut
Waktu, dibedakan menjadi:
a. Kerjasama
Sementara (temporally cooperation)
b. Kerjasama
Periodic (periodically cooperation)
c. Kerjasama
Berkesinambungan (continuosly cooperation
5. Menurut
Kepentingan, dibedakan menjadi:
a. Kerjasama
Atas Dasar Kepentingan Ekonomi
b. Kerjasama
Atas Dasar Kepentingan Politik
c. Kerjasama
Atas Dasar Kepentingan Sosial
d. Kerjasama
Atas Dasar Kepentingan Pertahanan
6. Menurut
Lingkungan Wilayah, dibedakan menjadi:
a. Kerjasama
Lokal
b. Kerjasama
Nasional
c. Kerjasama
Regional
d. Kerjasama
Internasional
Maka dari jenis-jenis kerjasama diatas
dapat disimpulkan bahwa Perusahaan Lele Lela termasuk dalam Jenis Kerjasama
Formal karena perusahaan tersebut bersifat resmi.
III.V Faktor Motif
Pelaksanaan
kegiatan administrasi bisinis dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan. Dengan
kata lain, keuntungan adalah sasaran utama dari setiap kegiatan administrasi
bisnis.
III.VI Sistem Kerja Karyawan
Berikut adalah sistem kerja karyawan
berdasarkan jabatan yang dimiliki:
1)
Pemilik / Franchisee
Pemilik
karena memiliki hak yang kuat atas restoran Pecel Lele Lela di Bogor maka pemilik melakukan pemeriksaan pembukuan,
keuangan serta segala tindakan yang
dijalankan oleh manajer restoran. Pemilik juga memiliki hak untuk memberhentikan karyawan apabila melalaikan
kewajiban-kewajibannya. Pemilik tidak
diwajibkan selalu ada setiap hari pada restoran Pecel Lele Lela di Bogor dikarenakan kesibukannya mengurus bisnis yang
lainnya.
2)
Manajer Restoran
Manajer restoran
bertanggung jawab atas kelancaran administrasi dan operasional serta mengkoordinir segala
keselarasan kegiatan di unit restoran dan dapur dari segala aspek operasionalnya,
termasuk juga terhadap pengontrolan pembiayaan dari target hasil usaha yang selaras dengan tujuan perusahaan.
Tugas Manajer dalam
bidang Administrasi:
1) Membantu
terlaksananya monitoring sistem dari makanan dan minuman dan membuat laporan dari biaya makanan dan
minuman.
2) Menjaga/mengawasi serta memelihara mengenai
cara penggunaan atau
pemakaian dari semua peralatan/asset didalam
restoran dan membuat
laporan
dari biaya pemeliharaan alat-alat tersebut
3) Membuat
suatu system penyimpanan data-data dari kegiatan
operasional secara baik dan benar
4) Membuat
dan menyimpan laporan mengenai training dari seluruh
Staf ke dalam data pribadi dari msing-masing
karyawan
5) Ikut
melaksanakan dan menerapkan kedalam pekerjaan sehari-hari bagi semua karyawan
yang menyangkut peraturan/tata tertib perusahaan yang berlaku
6) Menawarkan/mengusulkan/membuat anggaran
restoran
Tugas
Manajer dalam bidang Operasional:
1) Melakukan tugas dan bertanggung jawab kepada
pemilik
2) Membuat laporan mingguan mengenai kualitas,
pelayanan dan
kebersihan
3) Membuat
laporan pendapatan harian dari penjualan makanan dan minuman
4 ) Membuat laporan
mingguan kebutuhan operasional
5) Membuat laporan absensi karyawan
3) Chef (Koki)
Chef bertanggung jawab
atas persediaan makanan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan menu, maupun staf
berdasarkan resep standard dan biaya pembuatan makanan yang telah dianggarkan.
4) Delivery Crew (Staf Pengantar)
Delivery crew bertugas
mempersiapkan perlengkapan delivery dan kondisi motor dalam keadaan baik,
memastikan bahwa makanan yang dibawa sesuai pesanan konsumen, dan membuat
laporan keluhan konsumen.
5) Waiter/waiteress (Pelayan)
Waiter/waiteress
bertanggung jawab atas tugasnya dalam menyiapkan susunan meja yang rapih dan
memberikan pelayanan dalam penghidangan makanan dan minuman secara ramah, sopan dan efisien
terhadap konsumen yang datang ke restoran sesuai standar pesanan dari konsumen.
6) Cashier (Kasir)
Cashier bertanggung jawab terhadap
transaksi yang terjadi antara pelanggan restoran setiap hari. Kasir bertanggung
jawab langsung terhadap keuangan.
BAB
1V
PENUTUP
IV.I Kesimpulan
Dengan melalui
pengamatan ini maka dapat disimpulkan bahwa bisnis restoran waralaba cukup
menguntungkan. Salah satunya adalah Rumah Makan Pecel Lele Lela yang merupakan
pelopor lele modern di Indonesia. Dengan sejumlah kreasi unik dari menunya,
Lele Lela mampu mendongkrak gengsi lele. Kita bisa mendapatkan menu dengan
harga yang cukup terjangkau.
Dan
kita juga dapat mengetahui struktur-struktur organisasi, unsur-unsur
organisasi, jenis kerjasama, hingga sistem kerja di dalam perusahaan Lele Lela
tersebut berdasarkan jabatan.
IV.II Daftar Pustaka
//drs.H.Malayu S.P Hasibuan/manajemen dasar,pengertian, dan
masalah///edis revisi


Tidak ada komentar:
Posting Komentar